Sudah seharian ini aku termenung di kamar. Mimpi tadi malam membuatku
tambah muram. Tentu saja, dia hadir lagi di mimpiku. Sudah berapa kali
aku mengusirnya, sudah berapa kali juga ia mengindahkannya. Sudah
seperti cermin saja duniaku, di dunia nyata sudah berapa kali aku diusirnya, sudah
berapa kali juga ku indahkan kata-katanya. Namun nyatanya hal itu ta berlaku di dunia mimpi.
Sudah terlanjur semua, susah
rasanya untuk mengembalikan semua. Semua yang sudah ada mulanya. Aku
sendiri bingung harus mengakhiri dari mana, karena awalku yang juga tak
jelas bagaimana. Yang jelas aku belum bisa mengakhirinya, belum bisa.
Meski berapa kali sudah kucoba, namun berapa kali juga aku
menggagalinya. Melupakannya. Membuangnya. Aku rasa itu masih menjadi hal
gila buatku. Dia. Rekta namanya.
Senin, 24 Juni 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar